Khamis, Mei 31, 2012

Tafakkur Alam



 Dari dalam kereta : dari Kota Bharu-Besut
 Pantai Air Tawar
 Bukit Keluang
 Dari dalam kereta : Dari Kota Bharu-Besut
 Senja Bukit Keluang
 Dari Dalam kereta : Kota Bharu

Berjalan di bumi milikNya, menjunjung langit milikNya, menghirup udara milikNya, melihat dengan mata milikNya, mendengar dengan telinga milikNya.

" Katakanlah (Muhammad) 'siapakah yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan? Dan, siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup? Siapakah yang mengatur segala urusan?' Maka mereka akan menjawab, 'Allah'. Maka, katakanlah, 'Mengapa kamu tidak bertakwa kepadaNya?'"  (Yunus 10:31)

“Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Ayat ini diulang2.

Dalam banyak2 kenangan, kenangan sekolah menengahlah yang paling bermakna bagiku. Ayat daripada surah ar Rahman ini pertama kali aku dengar di asrama semasa tingkatan 4. Mungkin agak lambat berbanding orang lain, tapi, jujurnya, sebelum ke asrama, aku kurang pengetahuan dalam banyak hal berkaitan agama. Alhamdulillah, Allah bagi aku peluang bersekolah di sekolah asrama penuh untuk belajar banyak perkara baru. Surah seperti Ar-Rahman dan Al-Waqiah sering berkumandang sebelum masuk waktu Subuh. Berjalan seorang diri pada waktu tersebut sungguh menenangkanku, membaca ayat2 alQuran pada waktu tersebut sangat terkesan di hati. Ya Allah, kemana hilangnya cintaku pada kalamMu yang dahulu sangat2 menebal?

 Petang, Bukit Keluang
 Daun, Bukit Keluang
 Mentari, Bukit Keluang
 Pukat, Bukit Keluang
 Pukat, Bukit Keluang
 Kabus, Kem Baha
 Kabus, Kem Baha
 Kabus, Kem Baha
 Kabus+Air Terjun, Kem Baha
 Awan, Pantai Irama Bachok
 Awan, Pantai Irama Bachok
 Awan, Pantai Irama Bachok
 Maghrib, Bachok
 Dari dalam kereta, somewhere-somewhere
  Dari dalam kereta, somewhere-somewhere
  Dari dalam kereta, somewhere-somewhere
  Dari dalam kereta, somewhere-somewhere
  Dari dalam kereta, somewhere-somewhere
  Dari dalam kereta, somewhere-somewhere
  Dari dalam kereta, somewhere-somewhere
  Dari dalam kereta, somewhere-somewhere

Iman itu boleh berkurang dan bertambah. Allah, adakah imanku hari ini sedang berkurang?

***

Dengan berjalan atas bumi milikNya, mendongak melihat keindahan langit milikNya, awan berkumpul dan awan berarak, matahari terbit dan matahari terbenam, hujan renyai dan hujan lebat, berlari bintang dan tetap bintang, tinggi pohon dan rendah pohon, semua kontra dan ketetapan yang Allah ciptakan penuh keindahan. Tak dapat nak nyatakan betapa bersyukur diri ini hari ini apabila masih mampu melihat keindahan alam ini. Melihat alam ini sudah cukup membuktikan kebesaran Sang Penciptanya yang tidak putus memberikan rezeki Nya kepada kita hari ini.

"Maka, tidakkah mereka memerhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana cara Kami membangunkannnya dan menghiasinya, dan tidak terdapat retak-retak sedikitpun." (Qaaf 50:6)

"Dan bumi yang Kami hamparkan dan kami pacakkan di atasnya gunung-gunung yang kukuh, dan Kami tumbuhkan di atasnya tanam-tanaman yang indah." (Qaaf 50:7)

"untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi setiap hamba yang (kembali tunduk kepada Allah)" (Qaaf 50:8)

Tanya kembali diri :

“Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

***

‘Setiap ketetapan yang Allah ciptakan penuh keindahan’ ini bukanlah hanya pada ketetapan peredaran bumi mengelilingi matahari atau pada ketetapan planet berlari pada landasannya atau pada musim yang silih berganti. Memang sungguh, semua ketetapan ini penuh keindahan yang mampu dirakam pada pandangan mata, tapi, ketetapan pada takdir kita yang mencorak emosi sedih, gembira, suka, duka, juga punya keindahan yang tersendiri. Siapa kata sedih itu hanya suram dan muram? Seperti juga, adakah hujan yang membasahi bumi itu satu musibah atau rahmat? Bagi yang benar2 menghargai nikmat yang Allah turunkan dari langit ini akan mensyukurinya sebagai satu nikmat dan rahmat, tapi, bagi yang tidak menginginkannya merasakan ianya hanya satu keadaan yang menyusahkan.

“Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, nescaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Fussilat 41:49)

Justeru wahai hati milik DIA, SEDIH-adakah satu musibah atau rahmat? Harusmuhasabah. Andai hatimu memiliki secebis iman, maka, akan cepat bangkit dengan merasakan kesedihan itu hanya sebagai satu rencah asam garam kehidupan yang juga mencipta satu keindahan dalam kehidupan. Hidup yang datar tanpa rencah perasaan yang pelbagai ibarat makanan yang tiada rasa. Hanya makan untuk penuhi keperluan perut yang lapar, tidak langsung menggembirakan hati. Cubalah rasa indah dan gembira pada kesedihan dengan tidak lupa mengucap syukur Alhamdulillah, kehidupanku ini indah, kehidupanku ini cukup rasa dan kehidupanku ini lengkap bermusim maksudnya juga- aku ini normal. =)

La Tahzan, Allahuma’ana. Janganlah bersedih wahai hati milik ALLAH. Allah yang menciptakan ia, andaipun ia gersang dan andaipun ia kering kontang, suburkanlah kembali dengan siraman Iman dan Islam. Itulah sebaik2 siraman dan baja ke atas hati yang hampir mati dan kontang ini.

***

Alam indah ini menjadi muhasabah diri. Kalau hendak mencari jawapan, alam ini sangat banyak menceritakan dan memberikan jawapan. Andai sedih, lihat alam ini, andai gembira lihat alam ini, andai takut lihat alam ini, andai gementar lihat alam ini. Ini yang aku rasakan, apabila melihat keindahan dan keajaiban alam ini, di bibir akan menyebut, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar. Sedih atau Gembira, alam ini tetap memberikan senyuman bahagia sebagai petanda Allah itu dekat, Allah itu sedang melihat, Allah itu tahu sedih atau gembira kita, Allah itu mendengar rintihan kita. Allahuakbar.

"Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin." (Ad-Dzariyat 51:20)

"Dan, pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memerhatikan?" (Ad-Dzariyat 51:21)

Allah, semoga alam ini juga menjadi penguat imanku, menjadi sumber kepercayaanku terhadap kewujudanMu. bantulah aku untuk menetapkan iman ini di hati sampai aku bertemu denganMu. Biarlah islam dan iman ini menjadi harta paling berharga yang membawa aku ke syurgaMu. moga2~

Allah, sungguh, dengan melihat dan memuji2 alamMu ini, terlihat sesuatu padanya, iaitu satu peringatan untuk sentiasa mengingati Mu sebagai Pencipta Agung. Padanya terlihat kebesaran dan keindahanMu.

Subhanallah~ Alhamdulillah~ Allahuakbar~



Ahad, Mei 27, 2012

Nota Muhasabahku

 Apabila melihat senario dunia (khususnya Malaysia) hari ini yang saling bertarik tali, pembinaan sengaja dua persimpangan, jalan hiburan melampau atau ceramah2 agama mendidik jiwa? Kita diberi pilihan untuk menilai dan memilih. Setelah membaca banyak isu2 sebegini di facebook, blog2 dan laman2 akhbar online, secara spontan aku menulis nota ringkas ini. Sebagai muhasabah buat diri ini. Yang mana satu pilihan belia? Keseronokan dunia sementara atau bekalan akhirat?  
***
Allah jadikanlah kami ini belia2 yang memperjuangkan agamaMu dengan pedang Islam dan perisai Iman sebagai pertahanan. sebagaimana hebatnya dan besarnya semangat Salahuddin Ayubi, Tariq Ziyadh, Khalid Al Walid mahupun Muhammad Al Fateh, juga kencangkan kenderaan kami sebagaimana kencangnya kuda Khaulah Azwar terkedepan dalam membela agamaMu meskipun dia wanita, meskipun zahirnya kami ini seorang hamba (wanita) yang lemah~  Allah, aku ingin terus kuat dan tabah mendepani fitnah dunia. Allah,  peliharalah, selamatkanlah~
*** 
MANUSIA YANG LUPA JANJINYA
Apabila merenung gambar bayi perempuan dalam dakapan seorang ibu, aku tidak pernah ingat adakah benar aku pernah melalui zaman bayi? hanya aku ingat samar2 akan kehidupanku 6tahun dan ke atas, kurang daripada itu, banyaknya aku lupa melainkan saat aku sering dijauhi sebab gigi rongak.;p Jadi, tidak mustahilkan kita ini pernah menjanjikan sesuatu sewaktu kita dalam rahim ibu, sedang apa yang kita lalui di dunia kita boleh lupa, inikan pula sewaktu pengembangan kita di alam rahim, sewaktu kita ditiupkan roh, dan sewaktu kali pertama didegupkan jantung kita. Pasti banyak dialog dan ikrar kita pada Sang Pencipta kita saat 9 bulan kita dalam alam rahim.

"dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (al-Araaf : 172)

Tapi, apa yang berlaku sebaik kita melihat keindahan dunia ini? Adakah janji itu kita turuti atau kita mungkiri? Masih ingatkah kita akan pengakuan kita bahawa Allah itu Tuhan yang satu? dan masih ingatkah kita manusia bahawa ada satu janji kita dengan sikap bongkak kita apabila menerima tawaran memikul amanat ini,

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh," (al-Ahzab : 72)

Selalu aku lupa, selalu kita lupa. Tidak kira kita ini hanya rakyat biasa, atau perdana menteri yang berkuasa, atau raja yang menaiki takhta, kita semua punya peranan dan tanggungjawab masing2-berbuat kebaikan, mencegah kemungkaran.

Makmurkanlah bumi dengan sebaik2 ajaran dan pegangan, Al Quran dan Sunnah, jangan rosakkan bumi dengan maksiat yang disengajakan. Jangan rosakkan bumi dengan pengkhianatan terhadap janji kita dahulu, bukan janji kecil kepada manusia, tapi janji besar kepada Yang Maha HEBAT, Pencipta kita. Jadi, adakah hakikat ini juga ingin kita dustakan?

Dunia (yang didepan mata)- semoga kita tidak buta kerananya~
Akhirat (yang hanya terlihat melalui kepercayaan)- Semoga kita celik kerananya~

*Muhasabah buat diri*

Selasa, Mei 22, 2012

Ekspedisi Gunung Stong

Update tentang pendakian Gunung Stong bila lapang sedikit ya. insyaAllah. =) perkataan yang boleh menggambarkan Stong adalah, awesomely-subhanallah~
Puncak Gunung Stong
credit to : Umar Mita
 Ketibaan mereka dari KL-KTM Dabong
(Fujifilm Instant Camera : Instax210)
 Ketibaan keretapi
(Fujifilm Instant Camera : Instax210)
 KTM Dabong
(Fujifilm Instant Camera : Instax210)
 Keretapi berlepas
(Fujifilm Instant Camera : Instax210)

Isnin, Mei 14, 2012

Bersamamu PALESTIN


sumber : facebook

Tahukah Kita Tentang NAKBAH Palestin?


Bismillahirrahmanirrahim
Sangat berharap teks khutbah Jumaat peringatan tentang hari Nakba ini akan dibaca dlam bulan Mei sebagaimana telah dirangka oleh Aqsasyarif ini. Ia bukan masalah Palestin semata, tapi, ia masalah akidah yang bermaksud tanggungjawab KITA SEMUA untuk cakna dan beri perhatian. Hayatilah insyaAllah.
Ringkasannya;
Kita sentiasa tidak lupa (ingat) hari guru dan hari ibu pada mei. (nota : hari ibu adalah setiap hari, bukan hanya satu spesifik hari) tapi, adakah kita ingat apa yang berlaku pada Mei 1948? (saya sendiri tak ingat apa yang berlaku 1948 sebab mak ayah saya pun belum lahir pada tahun ni) jadi, adakah kita tahu apa yang berlaku pada 15mei1948? iaitulah hari NAKBA. Saya hanya tahu selepas 18 tahun hidup di dunia ini iaitu sewaktu di'usrah'kan di asasi UIApj, itu pun selalu saja lupa. Seolah2 semangat cinta dan cakna Palestin itu boleh datang dan pergi begitu saja sedangkan apa yang berlaku di Palestin adalah melibatkan aqidah Islam. Allahuakbar! Sedikit tentang Nakba yang saya baca dari blog2.

NAKBA - bencana besar/malapetaka
NAKBA PALESTIN - Negara Haram Israel telah diistiharkan secara rasminya pada 15hb Mei 1948 yang menyebabkan hilangnya negara Palestin daripada peta dunia antarabangsa. Ini merupakan tragedi kemanusiaan terburuk abad lalu yang direstui oleh masyarakat antarabangsa!
KESAN - lebih 60% rakyat Palestin diusir keluar negara dan penindasan terus berlaku terhadap rakyat Palestin sehingga hari ini.
***
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ لَهُ مَا فِى السَّمَوَاتِ وَمَا فِى الأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِى الآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيْمُ الْخَبِيْرُ. أَشْهَدُ أَنْ لآ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لآ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. 
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ! اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.


Hari ini khatib hendak membawa perhatian sidang Jumaat kepada satu peristiwa besar yang menimpa umat ini pada abad yang lalu. Persitiwa tersebut dikenali sebagi Nakbah yang membawa maksud malapetaka besar. Secara rasminya kemuncak peristiwa Nakbah berlaku pada 15 Mei 1948. Pada petang 14 Mei 1948, bendera Union Jack diturunkan di Palestin dan sebagai gantinya berkibarlah bendera The Star of David dan pada keesokkan harinya iaitu pada 15 Mei 1948 negara haram Israel diistiharkan oleh Perdana Menterinya yang pertama David Ben Gurion.
Kenapa peristiwa Nakbah yang kini sudah memasuki ulangtahun ke 64 ini wajar mendapat perhatian kita sebagai umat Islam. Sebabnya ialah kerana inilah tragedi kemanusiaan terburuk abad lalu yang direstui oleh masyarakat antarabangsa. Tragedi ini bukan sahaja dirancang oleh pertubuhan Zionis antarabangsa bahkan mendapat kelulusan rasmi dari kuasa-kuasa Barat dan penaja kepada PBB iaitu British dan Amerika Syarikat. Tragedi Nakbah menyaksikan 800,000 rakyat Palestin diusir dari rumah-rumah dan tanah air mereka dan duduk di khemah-khemah pelarian sehingga hari ini. Jumlah mereka kini sudah mencecah lebih dari 5 juta orang dan sehingga kini mereka tidak mendapat sebarang pembelaan termasuklah dari negara-negara umat Islam.
Sidang Jumaat yang dirahmati Allah.
Jika ada di kalangan kita merasakan tragedi Nakbah ini tiada kena mengena dengan diri kita, maka ada sesuatu yang tidak kena dengan pandangan hidup kita sebagai seorang muslim. Apakah asas kepada perkara ini?
Yang pertama inilah akibat dari leburnya konsep ummah dan digantikan dengan konsep negara bangsa nation state yang dipaksakan oleh penjajahan ratusan tahun ke atas umat Islam. Umat ini diiktiraf oleh Al-Quran sebagai umat yang satu. Firman Allah SWT dalam Surah al-Anbiya ayat 92: “Sesungguhnya kamu ini adalah umat yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka hendaklah engkau menyembah akan Daku.”
إِنَّ هَـٰذِهِۦۤ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةً۬ وَٲحِدَةً۬ وَأَنَا۟ رَبُّڪُمۡ فَٱعۡبُدُونِ
Di tempat yang lain Allah berfirman, ‘Sesungguhnya kamu adalah umat yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka hendaklah engkau bertaqwa kepadaKu.” – Surah al-Mukminun ayat 52
وَإِنَّ هَـٰذِهِۦۤ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةً۬ وَٲحِدَةً۬ وَأَنَا۟ رَبُّڪُمۡ فَٱتَّقُونِ

Oleh kerana begitu mendalamnya konsep nation state yang diperkenalkan oleh penjajah maka kita pada hari ini tidak lagi menganggap umat Islam di luar dari batas sempadan antarabangsa sebagai saudara yang wajib dibela dan dipertahankan. Bahkan kadang-kadang timbul pula sentimen merendah-rendahkan muslim di negara lain atau dari bangsa lain. Oleh kerana robohnya konsep umat ini, kesatuan umat Islam berjaya dipecahkan dan sememangnya itulah yang menjadi hasrat musuh-musuh Islam. Musuh Islam amat menyedari asas kepada kekuatan umat Islam bukan kekuatan ekonomi atau hasil mahsulnya tetapi kekuatan persaudaraan yang terbina di atas asas aqidah yang kukuh. Apabila aqidah berjaya dihakis dari jatidiri umat Islam, tidak ada lagi sisa kekuatan ukhuwah yang terbina di atasnya. Akhirnya mudahlah wilayah umat Islam dijajah satu persatu. Bahkanlegacy penjajahan itu berterusan apabila mereka melakarkan sempadan-sempadan politik yang palsu sehingga wujudlah 50 negara Islam yg merdeka dan 19 negara lain yang bergabung bersama wilayah bukan Islam. Negara-negara Islam ini hanya dipisahkan oleh garisan lurus yang dilukis dengan pembaris seperti halnya Mesir dan Sudan, Libya, Tunisia, Maghribi, Mauritania, Chad, Somalia, Ethopia dan Eritrea.
Seperti halnya Jordan, Syria, Iraq dan bahkan Palestin. Seperti juga halnya Malaysia dan Indonesia yang dipisahkan di peringkat awal lagi oleh satu garisan lurus yang merentas Selat Melaka pada tahun 1824 hasil persetujuan British dan Belanda. Justeru negara Islam yang jumlahnya 69 buah dan menempatkan 1.6 billion umat Islam tidak mampu membela saudara seagamanya di Palestin. Hakikatnya Palestin di kelilingi oleh negara-negara Arab-Islam yang kaya-raya dengan hasil petroluemnya tetapi seolah-olah mandul tidak dapat berbuat apa-apa.
Sidang Jumaat yang dirahmati Allah.

Ketidakpedulian umat Islam terhadap saudaranya di Palestin lebih parah dari sekadar kegagalan memenuhi tuntutan ukhuwah. Sebabnya ialah bumi Palestin bukan sekadar satu dari wilayah umat Islam yang dikuasai oleh musuh, tetapi lebih penting dari itu ia adalah tanah suci umat Islam. Mungkin umat Islam terlupa bahawa kita punya tiga tanah suci dan bukan dua. Di samping Makkatul Mukarramah dan Madinatul Munawarah, kita punya tanah suci yang ketiga iaitu Baitul Maqdis di mana terletaknya Masjid al-Aqsa. Ia menjadi transit atau tempat persinggahan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra dan Mikraj. Ia mengisyaratkan Baitul Maqdis mempunyai makna yang cukup besar bagi Rasulullah SAW dan bagi umat Islam. Di samping itu Masjid al-Aqsa itu sendiri mempunyai pelbagai kelebihan berdasarkan hadis-hadis yang berkaitan. Bersembahyang di masjid al Aqsa menjanjikan pahala sehingga lima ratus kali lipat berbanding bersembahyang di tempat yang lain.
“Solat di Masjidil Haram adalah sama dengan 100,000 kali solat (di tempat lain), dan solat di masjidku (di Madinah) adalah sama dengan solat 1000 kali, dan solat di Baitul Maqdis adalah sama dengan 500 kali solat.” – Riwayat at-Tabarani
Masjid al Aqsa juga merupakan kiblat pertama umat Islam sebagaimana yang dinyatakan berikut.
Al-Hazimi mengemukakan satu riwayat daripada al-Barra’ bin `Azib: Daripada al-Barra’ bin `Azib bahawa perkara yang dilakukan oleh Rasulullah SAW apabila sampai di Madinah ialah menemui datuk neneknya dari kalangan Ansar dan baginda bersembahyang mengadap ke arah Baitul Maqdis selama 16 bulan atau 17 bulan.
Rasulullah SAW juga menganjurkan agar umat Islam menziarahi Masjid al-Aqsa dan bersama dalam menguruskannya.
Abdullah ibn umar bertanya pada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, terangkan kepada kami hukum menziarahi Baitul Maqdis.” Jawab Rasulullah SAW,  “Ziarah dan solatlah di sana. Sekiranya tidak mungkin (ziarah dan solat) maka kirimkanlah minyak untuk lampu-lampu (bagi menerangi masjid).” – Sahih Bukhari
Jika membiayai pengurusan masjid manjadi tanggungjawab seluruh umat Islam apatah lagi tanggungjawab untuk membebaskannya dari penaklukan dan cengkaman musuh. Lantaran itu Saidina Umar al-Kahttab RA telah mengistiharkan Baitul Maqdis yang melingkari Masjid al-Aqsa sebagai tanah wakaf umat Islam yang wajib dipertahankan sepanjang zaman sebaik sahaja menerima kunci kota tersebut setelah ianya dibuka dan dibebaskan dari cengkaman kerajaan Rom Timur (Byzantium).
Sidang Jumaat yang dirahmati Allah.
Peristiwa Nakbah yang telah dirancang sejak tahun 1897, disususli dengan penaklukan British ke atas Palestin pada tahun 1917, direstui oleh Parlimen British melalui lobi Yahudi yang mengizinkan bangsa Yahudi untuk memasuki Palestin sebagaimana yang termaktub dalam deklarasi Balfour 1917, dan pembahagian Palestin kepada negara Arab dan Yahudi oleh resolusi PBB 181 pada tahun 1947 dan pencerobohan pengganas-pengganas Yahudi yang merampas tanah air rakyat Palestin pada tahun 1948 sebenarnya adalah titik hitam kepada penderitaan yang berlanjutan sehingga kini.
Pengistiharan negara haram Israel pada tahun 1948 telah membuka laluan kepada penaklukan seluruh bumi Palestin pada tahun 1967. Pada tahun tersebut Baitul Maqdis timur di mana terletaknya Masjid al-Aqsa, Tebing Barat dan Semenanjung Gaza diduduki oleh Israel. Masjid Al-Aqsa terus dikepung dan dikuasai oleh Yahudi Zionis sehingga ke hari ini. Mereka telah melakukan pelbagai rancangan jahat untuk meruntuhkan masjid tersebut termasuklah dengan peristiwa pembakaran masjid pada 21 Ogos 1969 dan meletakkan bahan letupan di bawah binaan masjid. Di samping itu mereka juga menggali terowong di bawah masjid serta mendirikan kuil (synagogue) sementara di bawah permukaan masjid. Kesemua peristiwa ini gagal untuk menggerakkan dhamir umat Islam untuk berjuang bersungguh-sungguh untuk membebaskan tanah sucinya sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Salahuddin al-Ayubbi ketika Baitul Maqdis dikuasai oleh kaum salibiyyah.
Sidang Jumaat yang dirahmati Allah.
Apa yang lebih mengecewakan lagi ialah sikap pemimpin-pemimpin negara umat Islam terhadap isu Palestin. Di saat ini ketika rakyat Palestin di Gaza menghadapi kepungan paling dahsyat sehingga sampai ke tahap membunuh, pemimpin negara-negara Islam diam membisu seribu bahasa. Rakyat Gaza berhadapan dengan sekatan bahan api, bekalan elektrik dipotong, tidak ada barangan yang boleh dibawa masuk atau keluar, terputus bekalan ubat-ubatan, makanan dan keperluan asas yang lain, bahkan bekalan klorin untuk merawat air minuman juga dinafikan kepada mereka.
Hari ini pesakit-pesakit meninggal semata-mata kerana hospital tiada bekalan elektrik dan tidak dapat membekalkan ubat-ubat untuk peyakit kronik seperti pesakit buah pinggang, kencing manis dan kanser. Ini tidak termasuk rakyat Palestin yang dibunuh oleh tentera Israel yang melancarkan serangan demi serangan ke atas penduduk awam. Bilangan orang awam yang terbunuh akibat serangan peluru berpandu dan bedilan meriam Israel untuk tahun ini sahaja telah mencecah ratusan, termasuk kanak-kanak dan orang tua yang tidak berdaya. Dalam keadaan yang begitu kritikal apakah yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin negara umat Islam?
Walau bagaimanapun janji Allah itu benar. Tidak ada sesuatu pun kehendak Allah yang boleh disekat. Kita menyaksikan hari ini bagaimana rejim-rejim negara Arab yang mengkhianati saudara-saudara seagama di Palestin ditumbangkan oleh rakyatnya satu persatu. Rejim Hosni Mubarak yang telah menindas rakyatnya selama lebih dari 30 tahun dan mewarisi satu pemerintahan yang melaksanakan dasar Amerika Syarikat dan melindungi Israel akhirnya dijatuhkan dengan penuh penghinaan. Kembalinya gerakan Ikhwan Muslimin yang telah memimpin umat Islam selama lebih 80 tahun di Mesir tetapi ditindas selama ini adalah berita yang amat menggembirakan umat Islam seluruh dunia. Ikhwan Muslimin yang berada di barisan hadapan mempertahankan negara Palestin sejak perang 1948 insya Allah akan kembali memimpin umat ini untuk mengembalikan baitul Maqdis dan Masjid al-Aqsa kepada umat ini.
Abu Hurayrah menyampaikan dari Rasulullah SAW, “Sebahagian dari umatku tidak akan berhenti berjihad di pintu-pintu Dimashq (Damsyik) dan di pintu-pintu al-Quds (Palestin) dan di sekelilingnya. Pengkhianatan dan pembelotan bagi sesiapa yang berkhianat tidak akan menyakiti mereka sedikitpun. Mereka akan tetap menang, mempertahan kebenaran sehingga saat datangnya kiamat.” – Riwayat At-Tabarani
Allah SWT adalah adalah sebaik-baik perancang. ”Mereka merancang dan Allah merancang dan Allah adalah sebaik-baik perancang.” – Surah al-Imran ayat 54
وَمَڪَرُواْ وَمَڪَرَ ٱللَّهُ‌ۖ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلۡمَـٰكِرِينَ
Manusia tidak dapat mengatasi perancangan Allah. Turki adalah satu contoh yang amat jelas. Musuh-musuh Islam menjatuhkan Khilafah Uthmaniah dan meletakkan Mustafa Kamal Antartuk untuk menegakkan sistem pemerintahan sekular yang anti Islam. Mereka mahu memastikan khilafah Islam yang pernah menaungi dunia Islam ini tidak akan bangkit lagi. Justeru apabila Israel berdiri pada tahun 1948, Turki adalah antara negara yang paling awal mengiktirafnya. Turki menjadi sekutu paling kuat Israel.
Tetapi apa yang berlaku? Bibit-bibit tarbiyah imaniah yang disemai oleh Syeikh Badiuzaman Syed Nursi akhirnya melahirkan pemimpin-pemimpin islam yang kembali meletakkan asas-asas Islam dalam pemerintahan. Dengan penuh hikmah Raccip Tayyep Erdogan menggunakan hubungan diplomatik yang wujud di antara negaranya dan Israel untuk menekan dan mengugut Israel. Bahkan Turki kini menjadi negara yang menerajui usaha-usaha memecahkan tembok kematian yang dibina oleh Israel untuk menjerut rakyat Palestin di Gaza dengan misi-misi kemanusiaan Mavi Marmara, Land Convoy, misi Ramadhan dan beberapa misi AQSA2Gaza yang dijangka akan memasuki Gaza mulai bulan Mei hingga September ini.
Sidang Jumaat yang dirahmati Allah.

Kita ingin mengingatkan seluruh umat Islam, isu yang berkaitan dengan permasalahan bumi Palestin bukan isu politik tetapi ia adalah isu yang berkait langsung dengan akidah umat Islam. Apakah jawapan yang bakal kita berikan nanti di hadapan Allah SWT, apabila umat Islam membiarkan saudara-saudara seagamanya dizalimi, dianiaya, dibiarkan mati kebuluran bahkan dibunuh dengan kejam oleh rejim Zionis Yahudi? Kekecewaan dan rasa dukacita kita terhadap kebobrokan sebahagian umat Islam dan pemimpin-pemimpinnya terubat apabila kita teringat kepada hadis Rasulullah SAW yang memberi khabar gembira dari sebegitu banyak hadis. Di antaranya:
Nahik Ibn Surim al-Sakuni menyampaikan dari Rasulullah SAW, “Kamu akan memerangi golongan kafir sehingga sebahagian kamu yang tinggal akan berperang di Sungai Jordan, kamu di sebelah timur (Jordan pada hari ini) dan mereka di sebelah barat (Palestin yang terjajah).” – Dari Ibn Hajar al-Asqalani
Muadz bin Jabal menyampaikan dari Rasulullah SAW, “Allah Maha Besar akan member kamu kekuatan untuk menawan as-Syams (Palestin) selepas kewafatanku.Orang laki-laki dan wanita akan bertahan di sana sampai kiamat. Sesiapa di kalangan kamu yang memilih salah satu dari pantai-pantai as-Syams (termasuk Gaza) atau Baitul Maqdis adalah mereka itu berada di dalam jihad sehingga hari pengadilan.”
Rasulullah SAW mengatakan berhubung penghuni Tanah Suci (al-Quds), “Mereka dan isteri-isteri mereka, anak-anak mereka dan hamba (pembantu-pembantu mereka – lelaki dan perempuan) adalah di dalam ‘ribat (pengawal pada kubu) pada jalan Allah.”- At-Tabarani
Muawiyah bin Abi Sufyan menyampaikan dari Rasulullah SAW, “Ada di kalangan umat ku yang sentiasa berada di atas al-haq. Tiada sesiapa yang menentang mereka akan menyakiti mereka sehingga datangnya kiamat.” Para sahabat bertanya, “Di mana mereka itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Mereka berada di Baitul Maqdis dan di sekitar Baitul Maqdis.” – Imam Ahmad
Hadis-hadis yang terbit dari lidah Rasulullah SAW adalah satu bukti bahawa apa yang berlaku pada hari ini adalah satu kebenaran yang telahpun disusun oleh Allah SWT. Kita pada hari ini amat beruntung kerana para sahabat hanya mendengar beritanya dari Rasulullah SAW sedang kita menyaksikan dengan mata kepala kita sendiri. Alangkah ruginya jika kita tidak mengambil sebanyak manfaat dari peristiwa ini untuk menyuburkan iman kita dan keyakinan kita untuk berjuang pada jalan Allah?
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الأيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Teks khutbah disediakan oleh Aqsa Syarif

15 Mei 2012 (Sempena Bulan Naqbah)

Prof Madya Dr. Hafidzi Mohd Noor
Pengerusi Aqsa Syarif


Khamis, Mei 10, 2012

Jadilah Kalimat yang Baik

Akhlaq itu bukan lalang
Tumbuh sendiri di tanah lapang
Tak perlu baja, tak perlu dijaga
Naik sendiri tumbuhnya melata
Akhlaq itu adalah buah
Tumbuh bergantung di pohon berakar
Perlu dibenih agar bercambah
Dibaja subur hingga membesar
Akar itu ibarat Aqidah
Menambat amal kepada Allah
Telah kenal Tuhan yang disembah
Dalam ke luar, jiwa berserah
Dahan dan daun umpama Ibadah
Memproses Aqidah berpandukan Sunnah
Kaifiyatnya menuntut tepat dan sah
Setelah matang, berhasillah buah
Aqidah, Ibadah, akhirnya Akhlaq
Itulah Syariah, agama yang Haq.

'Tidakkah kamu memerhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit. (pohon) itu menghasilakn buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan, Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.' (Ibrahim 14 : 24&25)

'Dan perumpamaan kalimat yang vuruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar2nya daripada permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.' ( Ibrahim 14 : 26)

Allah meneguhkan (iman) orang2 yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan akhirat; dan Allah menyesatkan orang2 yang zalim dan Allah berbuat apa yang DIA kehendaki. Tidakkah kamu memerhatikan orang2 yang telah menukar nikmat Allah dengan ingkar kepada Allah dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan.' (Ibrahim 14 : 27)